Minggu, 08 Februari 2009

Menyukakan Hati Tuhan

Tema: “Menyukakan Hati Tuhan”
Galatia 1:10

“Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah. Adakah kucuba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.”

Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia menjelaskan bahwa pelayanannya bukan semata-mata mencari kesukaan manusia melainkan kesukaan Allah. Kata “mencari kesukaan manusia” dalam teks asli Alkitab memakai kata: antropos peitho yang memiliki arti: “membujuk, menyakinkan, berusaha, menyenangkan, menaati manusia.” Sedangkan kata “kesukaan Allah” dalam teks asli ALkitab memakai kata: peitho tou theon yang memiliki arti: “menyenangkan Tuhan atau berusaha mencari kesukaan Tuhan.” Paulus di dalam setiap pelayanannya dan totalitas hidupnya selalu menyenangkan, menyukakan hati Allah. Dia selalu rindu untuk di perkenan oleh Allah. Apa yang dia lakukan semata-mata hanya untuk menyenangkan hati Tuhan, bukan untuk menyenangkan hati manusia.

Berkaitan dengan hal ini, kita diajar untuk menyenangkan atau mencari kesukaan Tuhan dalam setiap totalitas hidup kita, baik pada saat kita melakukan pekerjaan-pekerjaan di kantor, maupun pada saat berhadapan dengan rekan bisnis atau rekan kerja kita. Dengan motif mencari kesukaan Tuhan, maka niscaya apa yang kita lakukan bukan hanya sekedar berkenan di hadapan Tuhan, tetapi secara otomatis orang lain akan bersukacita atas apa yang kita kerjakan.

Yang menjadi pertanyaannya adalah siapakah yang disukakan di dalam pekerjaan Anda? Tuhan atau manusia! Kalau kita terjebak kepada mencari kesukaan manusia, maka apa yang kita kerjakan hasilnya akan mengecewakan kita. Namun, kalau Tuhan yang di senangkan, disukakan dalam setiap pekerjaan kita secara otomatis orang lain-pun akan disenangkan melalui apa yang kita buat. Dengan adanya hal ini, marilah kita senantiasa untuk mencari kesukaan Tuhan dalam setiap pekerjaan kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar